penyebab rem blong

Penyebab Rem Blong, Begini Cara Perawatan Rem Mobil!

Penyebab Rem Blong – Meskipun rem merupakan bagian paling mungil diantara ban dan velg, namun bagian ini justru yang terpenting, perawatan rem mobil sering disepelekan oleh para pemilik kendaraan, baik itu motor ataupun mobil.

Padahal, selain mesin kendaraan, rem juga menjadi elemen yang sangat penting dalam berkendara. Sebab piranti ini yang menentukan keselamatan setiap pengendara maupun penumpang sebuah kendaraan apapun.

Penyebab Rem Blong Pada Kendaraan

Rem blong disebabkan oleh kondisi kampas rem yang tidak bisa atau tidak mampu lagi menjepit piringan rem. Kondisi itu bisa dikarenakan oleh banyak faktor, diantaranya :

1. Suhu Tinggi

Cakram dan sepatu cakram memang tercipta untuk saling bergesekan satu sama lain, namun gesekan ini memiliki ambang batas. Ketika cakram dan sepatu ini terus bergesekan maka akan menimbulkan panas yang berakibat terbakar bahkan retak.

2. Oli Rem Bocor

Minyak rem atau oli rem berfungsi mendorong sepatu rem agar dapat terjadi pengereman, saat terjadi kebocoran tentu daya dorong akan menghilang atau ngelos. Kondisi ini bisa karena cara berkendara yang terlalu kasar dalam hal pengereman.

3. Kampas Habis

Kampas terdiri dari bahan yang mudah terkikis, fungsinya untuk meredam panas akibat gesekan. Apabila kampas habis, segera ganti dengan kampas yang baru dan original.

Tips Perawatan Rem Mobil untuk Kenyamanan Berkendara

Rem berfungsi untuk menekan atau memperlambat laju kendaraan pada saat waktu yang dibutuhkan, sehingga tidak terjadi kecelakaan akibat kondisi rem blong.

Oleh karena itu, berbagai komponen pendukung rem harus mendapatkan perawatan secara rutin agar berfungsi sebagaimana mestinya. Berikut ini cara merawat rem kendaraan yang mudah Anda terapkan di rumah.

1. Mengganti Minyak Rem Secara Berkala

Minyak rem berfungsi untuk mentransfer energy dorong dari pedal rem sehingga terjadi pengereman. Minyak rem juga berfungsi meredam panas yang dihasilkan dari gesekan antara cakram dan kampas rem.

Pengecekan minyak rem idealnya setiap 20.000  km, sedangkan pengurasan dilakukan setiap 40.000 km. Hal ini agar rem selalu berfungsi optimal. Kadang kala di dalam selang minyak rem terdapat kerak yang harus keluar saat pengurasan.

Memilih minyak rem yang juga tidak boleh sembarangan. Sebaiknya pilihlah minyak rem yang sesuai standar pabrikan. Sesuaikan juga formula yang terkandung dalam minyak rem dengan karakteristik kendaraan.

2. Perhatikan Kampas Rem

Komponen rem yang satu ini berfungsi untuk meredam putaran cakram hingga laju kendaraan berkurang. Oleh karena itu, perawatan kampas rem mobil juga tidak boleh luput dari perhatian.

Jangan menunggu kampas rem menipis dan habis. Gesekan antara cakram dengan lempengan besi akan terjadi jika kampas rem mulai menipis atau bahkan habis. Akibatnya piringan cakram bisa bergelombang bahkan pecah karena panas.

Pilihlah kampas rem dengan kualitas bagus. Barang original selalu mampu meredam panas lebih baik. Jika tidak memungkinkan untuk mengecek kelayakan kampas, sebaiknya mendatangi mekanik di bengkel terpercaya. 

3. Lakukan Pengereman Secara Halus

Satu langkah merawat rem mobil yang mudah adalah menghindari melakukan pengereman kasar. Pengereman yang kasar dan mengagetkan akan membuat tekanan yang berlebihan, bisa saja membuat seal dari hidrolik rem robek.

Selain itu, pengereman secara halus akan meminimalisir kampas rem bekerja dengan keras, yang dapat membuat sepatu rem menjadi retak bahkan lengket karena posisi rem terlepas dari dudukannya.

4. Pengereman Saat Di Turunan

Saat turunan mobil pasti melaju semakin kencang, hal ini membahayakan penumpang apabila pengemudi tidak berpengalaman. Gunakan pengereman mesin dan injak rem sesekali. Jangan biarkan rem maupun mesin bekerja sendiri.

Yang paling penting ialah istirahatkan kendaraan setiap turunan melebihi 30 menit. Jangan paksakan laju kendaraan dalam kondisi turunan, hal ini sungguh berbahaya dapat mengakibatkan piringan terbakar hingga rem blong.

Perawatan rem mobil juga bisa dengan memperhatikan tanda-tanda sistem pengereman. Indikator tersebut bisa terlihat di speedometer. 

Menariknya, Anda bisa melakukannya sendiri tanpa harus repot datang ke bengkel. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyebab rem blong.

Baca Juga

Jenis Ban Mobil Yang Tersedia Dipasaran, Anda Wajib Tahu!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *